Dalam menghadapi tantangan dalam industri yang kompetitif, perusahaan diuntungkan sekali dengan sumberdaya yang memadai, termasuk sumber daya manusia. Dari berbagai macam sumberdaya, sumber daya manusia (SDM) bisa menjadi pembeda yang signifikan. Terlebih jika industri tersebut sangat menggantungkan pada kapasitas sumber daya manusiannya. Daya saing SDM tentu sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Beruntung sekali perusahaan mendapatkan SDM yang tidak hanya memiliki hard skill tetapi juga softskill serta karakter-karakter positif seperti kegigihan dan konsistensi. Dengan kata lain, dalam rektrutmen pegawai diharapkan dibuka secara luas sehingga kesempatan untuk mendapatkan kandidat yang terbaik semakin besar. Namun, saat ini sangat disayangkan beberapa stereotip lama masih berkembang. Misalnya, keraguan perusahaan untuk merekrut para penyandang disabilitas.

Stereotip semacam ini biasanya masih terdapat pada karakter perusahaan yang kurang terbuka. Banyak perusahaan besar justru menganggap asumsi seperti ini salah besar. Justru saat ini, perusahaan terutama perusahaan milik negara sebaiknya mengakomodasi teman-teman penyandang disabilitas untuk berkarya. Langkah positif ini telah dilakukan oleh beberapa perusahaan milik negara dan diharapkan agar perusahaan milik negara lainnya dan perusahaan swasta juga membuka kesempatan yang sama atau bahkan justru memberikan jumlah kursi istimewa untuk merealisasikan kesempatan berkarya secara adil. Upaya positif ini tentu seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh teman-teman difabel melalui peningkatan keterampilan dan karakater SDM yang dibutuhkan perusahaan.

Perhatian terhadap peran para penyandang disabilitas muncul dalam beragam bentuk termasuk pengembangan alat-alat yang dapat memantu peran mereka dalam menjalankan rutinitas. Dengan kata lain, sudah tidak seharusnya perusahaan masih memiliki asumsi negatif tersebut. Sangat disayangkan apabila perusahaan melewatkan kandidat yang memiliki keterampilan tinggi namun tidak nyaman dengan keistimewaan yang dimiliki penyandang disabilitas.

Padahal, banyak karakter positif yang dimiliki para penyandang disabilitas, misalnya kegigihan untuk melakukan sesuatu hingga berhasil. Karakter ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk membentuknya sehingga cukup berisiko jika perusahan merekut kandidat yang cenderung tidak begitu menyukai tantangan. Apalagi, budaya perusahaan swasta menuntut para SDM untuk beradaptasi secara dinamis dengan perubahan.

Karakter bekerja para penyandang disabilitas

Dalam menghadapi tantangan dalam industri yang kompetitif, perusahaan diuntungkan sekali dengan sumberdaya yang memadai, termasuk sumber daya manusia. Dari berbagai macam sumberdaya, sumber daya manusia (SDM) bisa menjadi pembeda yang signifikan. Terlebih jika industri tersebut sangat menggantungkan pada kapasitas sumber daya manusiannya. Daya saing SDM tentu sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Beruntung sekali perusahaan mendapatkan SDM yang tidak hanya memiliki hard skill tetapi juga softskill serta karakter-karakter positif seperti kegigihan dan konsistensi. Dengan kata lain, dalam rektrutmen pegawai diharapkan dibuka secara luas sehingga kesempatan untuk mendapatkan kandidat yang terbaik semakin besar. Namun, saat ini sangat disayangkan beberapa stereotip lama masih berkembang. Misalnya, keraguan perusahaan untuk merekrut para penyandang disabilitas.

Stereotip semacam ini biasanya masih terdapat pada karakter perusahaan yang kurang terbuka. Banyak perusahaan besar justru menganggap asumsi seperti ini salah besar. Justru saat ini, perusahaan terutama perusahaan milik negara sebaiknya mengakomodasi teman-teman penyandang disabilitas untuk berkarya. Langkah positif ini telah dilakukan oleh beberapa perusahaan milik negara dan diharapkan agar perusahaan milik negara lainnya dan perusahaan swasta juga membuka kesempatan yang sama atau bahkan justru memberikan jumlah kursi istimewa untuk merealisasikan kesempatan berkarya secara adil. Upaya positif ini tentu seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh teman-teman difabel melalui peningkatan keterampilan dan karakater SDM yang dibutuhkan perusahaan.

Perhatian terhadap peran para penyandang disabilitas muncul dalam beragam bentuk termasuk pengembangan alat-alat yang dapat memantu peran mereka dalam menjalankan rutinitas. Dengan kata lain, sudah tidak seharusnya perusahaan masih memiliki asumsi negatif tersebut. Sangat disayangkan apabila perusahaan melewatkan kandidat yang memiliki keterampilan tinggi namun tidak nyaman dengan keistimewaan yang dimiliki penyandang disabilitas.

Padahal, banyak karakter positif yang dimiliki para penyandang disabilitas, misalnya kegigihan untuk melakukan sesuatu hingga berhasil. Karakter ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk membentuknya sehingga cukup berisiko jika perusahan merekut kandidat yang cenderung tidak begitu menyukai tantangan. Apalagi, budaya perusahaan swasta menuntut para SDM untuk beradaptasi secara dinamis dengan perubahan.